SYAFIRA , NURRAHMA (2026) AKTIVISME TRANSNASIONAL PADA PROGRAM GLOBAL VOLUNTEER AIESEC INDONESIA. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK , UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK.pdf Download (95Kb) | Preview |
|
|
File PDF
SKRIPSI FULL TANPA LAMPIRAN.pdf Restricted to Hanya staf Download (8Mb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
SKRIPSI FULL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (8Mb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Dewasa ini, semakin banyak dijumpai interaksi negara lintas batas. Interaksi yang terjadi pun beragam tujuannya, mulai dari bentuk kerjasama, persaingan maupun pertentangan. Interaksi lintas negara ini juga dijalankan oleh berbagai aktor, seperti negara, non negara, perusahaan multinasional bahkan organisasi internasional sekalipun. AIESEC sebagai contoh organisasi internasional non Pemerintahan telah melaksanakan interaksi lintas negara sejak lama. AIESEC melalui program-program inisiasinya berusaha membentuk jaringan interaksinya sendiri. Program yang menjadi unggulan AIESEC ini adalah program Global Volunteer yang berbasis pertukaran pelajar lintas negara. Namun, dalam pelaksanaan programnya, aktivitas AIESEC ini dapat mengindikasikan hadirnya nilai baru yang berusaha dibawa dalam level global ke lokal. Penelitian ini berusaha menganalisis proses program Global Volunteer sebagai bentuk aktivisme transnasional. Untuk itu, digunakan kerangka konseptual aktivisme transnasional Sydney Tarrow menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka dari situs resmi AIESEC Internasional maupun AIESEC Indonesia untuk menjabarkan proses program Global Volunteer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Global Volunteer AIESEC menunjukkan adanya aktivisme transnasional. Tercermin dari proses difusi, yang terlihat dari upaya AIESEC menyebarkan gagasan dan praktiknya melalui inisiasi program pertukaran. Kedua, eksternalisasi yang terlihat dari upaya penargetan pihak eksternal sebagai cara mencari dukungan internal AIESEC dengan gagasannya. Ketiga, pembentukan koalisi transnasional yang tampak dari kerja sama antara AIESEC dengan beberapa Lembaga Internasional seperti UNESCO, ECOSOC, ILO bahkan MNCs seperti Danone. Keempat, pembingkaian isu dibalut kepentingan SDGs. Terakhir, domestikasi, yaitu adanya penyesuaian agenda global tersebut dengan kondisi lokal yang dapat dilihat dari penyesuain SDGs program Global Volunteer di Indonesia yakni perihal pendidikan dan lingkungan. Kata kunci: Global Volunteer, AIESEC, Aktivisme Transnasional Nowadays, cross-border interactions among states have become increasingly prevalent. These interactions take various forms, including cooperation, competition, and even conflict. Such cross-border engagement is not only carried out by states, but also by non-state actors, MNCs, and international organizations. One example is AIESEC, an INGO that has long facilitated cross-border interactions through its initiatives. Among its flagship programs is the Global Volunteer program, which is based on international student exchanges. This study aimed to analyze the Global Volunteer program as a form of transnational activism. To achieve this objective, the research employed Sidney Tarrow’s framework of transnational activism and adopted a qualitative method through a literature study, drawing on official publications and documents from AIESEC International and AIESEC Indonesia to explain the processes of the Global Volunteer program. The findings showed that AIESEC’s Global Volunteer program demonstrated characteristics of transnational activism. This was reflected, first, in the process of diffusion, as AIESEC disseminated its ideas and practices through the initiation of exchange programs. Second, externalization was evident in AIESEC’s engagement with external actors as a strategy to generate broader support for its ideas within the organization. Third, the formation of transnational coalitions was observed through AIESEC’s cooperation with several international organizations, such as UNESCO, ECOSOC, and the ILO, as well as multinational corporations, including Danone. Fourth, global framing was applied by aligning the program’s activities with the objectives of the SDGs. Finally, domestication occurred through the adjustment of these global agendas to local conditions, which was evident in the adaptation of the SDGs within the Global Volunteer program in Indonesia, particularly in the areas of education and the environment. Keywords: Global Volunteer, AIESEC, Transnational Activism
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan) |
| Program Studi: | FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Hubungan Internasional |
| Pengguna Deposit: | 2602606076 Digilib |
| Date Deposited: | 26 Feb 2026 02:09 |
| Terakhir diubah: | 26 Feb 2026 02:09 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/97098 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
