PERAN KOTA TELOKBETONG-TANDJONGKARANG DALAM AKTIVITAS PERDAGANGAN PADA MASA KOLONIAL (1857-1916)

KARENINA MELINDA , PUTRI (2026) PERAN KOTA TELOKBETONG-TANDJONGKARANG DALAM AKTIVITAS PERDAGANGAN PADA MASA KOLONIAL (1857-1916). FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (231Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (1706Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI FULL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (728Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Pada Tahun 1857 Kota Telokbetong ditetapkan menjadi pusat administratif wilayah Lampung, pada Tahun 1912 wilayah Telokbetong juga mencakup Tandjongkarang yang berjarak 5 km dari bagian utara Telokbetong. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimanakah peran KotaTelokbetong-Tandjongkarang dalam aktivitas perdagangan pada masa kolonial (1857-1916).Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peran dari Kota Telokbetong-Tandjongkarang dalam aktivitas perdagangan pada masa kolonial (1857-1916). Penelitian ini menggunakan metode penelitian historis. Tahapan dalam metode historis yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah heuristik, lalu diperkuat dengan studi pustaka dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data historis, yang selanjutnya diinterpretasikan menggunakan Porters Cluster Theory untuk melihat peran Kota Telokbetong-Tandjongkarang dalam aspek, infrastruktur, akses ke sumber daya, serta lingkungan yang mendukung inovasi teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Telokbetong berperan sebagai kota pelabuhan dan pusat ekspor komoditas hasil bumi Lampung, khususnya lada, yang didukung oleh keberadaan gudang, pasar, dan jaringan pelayaran kolonial. Sementara itu, Kota Tandjongkarang berperan sebagai pusat administratif, wilayah transit darat, serta pusat pengumpulan komoditas dari daerah pedalaman yang terhubung dengan Telokbetong melalui jaringan jalan dan jalur kereta api. Keterkaitan kedua kota tersebut membentuk satu sistem perdagangan kolonial, dengan Tandjongkarang sebagai wilayah hinterland dan Telokbetong sebagai pintu gerbang perdagangan laut. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Kota Telokbetong berfungsi sebagai pelabuhan ekspor utama, sedangkan Kota Tandjongkarang berperan sebagai pusat administratif, wilayah transit darat, dan pusat pengumpulan komoditas dalam sistem perdagangan kolonial di Lampung. Kata Kunci : Telokbetong, Tandjongkarang, Perdagangan, Kolonial

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial > 370 Pendidikan
Program Studi: FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) > Prodi S1 Pendidikan Sejarah IPS
Pengguna Deposit: 2602200738 Digilib
Date Deposited: 03 Mar 2026 07:27
Terakhir diubah: 03 Mar 2026 07:27
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/97323

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir