SYARAH INTAN , PRATIWI (2026) FRAMING MEDIA INDONESIA & TIONGKOK TERHADAP AKTIVITAS STREAMING ISHOSWPEED (PERBANDINGAN MEDIA TEMPO.CO, DETIK.COM & XINHUA, CHINA DAILY) DALAM PERSPEKTIF NEW PUBLIC DIPLOMACY 2024-2025. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK.pdf Download (191Kb) | Preview |
|
|
File PDF
SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (3045Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (2550Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan framing media Indonesia dan Tiongkok terhadap aktivitas streaming IShowSpeed sebagai figur digital non-negara dalam konteks new public diplomacy. Studi ini berangkat dari fenomena meningkatnya peran aktor non-negara, khususnya influencer dan streamer, dalam membentuk persepsi publik lintas negara melalui media digital. IShowSpeed, seorang streamer asal Amerika Serikat, melakukan kunjungan dan aktivitas streaming di Indonesia pada tahun 2024 dan di Tiongkok pada tahun 2025, yang kemudian mendapat perhatian luas dari media arus utama di kedua negara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing. Analisis dilakukan melalui dua kerangka, yaitu model framing struktural Pan dan Kosicki untuk melihat konstruksi berita pada level sintaksis, skrip, tematik, dan retoris, serta model framing fungsional Entman untuk mengkaji pendefinisian masalah, penentuan penyebab, penilaian moral, dan rekomendasi tindakan. Data penelitian berupa dua belas berita yang dipublikasikan oleh Tempo.co dan Detik.com sebagai representasi media Indonesia, serta Xinhua dan China Daily sebagai representasi media Tiongkok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Indonesia cenderung membingkai aktivitas streaming IShowSpeed sebagai fenomena hiburan yang positif, spontan, dan dekat dengan publik. Framing ini mencerminkan sistem media yang relatif bebas dan berorientasi pasar, di mana viralitas dan partisipasi publik menjadi fokus utama. Sebaliknya, media Tiongkok membingkai fenomena yang sama secara lebih terkontrol dan reflektif, dengan menempatkan aktivitas IShowSpeed sebagai sarana representasi citra nasional dan koreksi persepsi internasional terhadap Tiongkok. Perbedaan framing tersebut menunjukkan adanya perbedaan orientasi pemberitaan dan cara media di masing-masing negara memaknai kehadiran figur digital global dalam praktik new public diplomacy. Kata kunci: framing media, new public diplomacy, media digital, IShowSpeed, aktor non-negara This study aims to analyze and compare the media framing of Indonesia and China regarding IShowSpeed’s streaming activities as a non-state digital figure within the context of new public diplomacy. The research departs from the growing role of non-state actors, particularly influencers and streamers, in shaping cross-border public perceptions through digital media. IShowSpeed, an American streamer, conducted visits and livestream activities in Indonesia in 2024 and in China in 2025, which subsequently received widespread attention from mainstream media in both countries. This research employs a qualitative approach using framing analysis. The analysis is conducted through two frameworks: Pan and Kosicki’s structural framing model to examine news construction at the syntactic, script, thematic, and rhetorical levels, and Entman’s functional framing model to analyze problem definition, causal interpretation, moral evaluation, and treatment recommendation. The research data consist of twelve news articles published by Tempo.co and Detik.com as representatives of Indonesian media, and Xinhua and China Daily as representatives of Chinese media. The findings indicate that Indonesian media tend to frame IShowSpeed’s streaming activities as a positive, spontaneous, and publicly engaging entertainment phenomenon. This framing reflects a relatively free and market-oriented media system, where virality and audience participation become primary considerations. In contrast, Chinese media frame the same phenomenon in a more controlled and reflective manner, positioning IShowSpeed’s activities as a means of representing national image and correcting international perceptions of China. The differences in framing demonstrate distinct editorial orientations and illustrate how media in each country construct the presence of global digital figures within the practice of new public diplomacy. Keywords: media framing, new public diplomacy, digital media, IShowSpeed, non-state actor
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial |
| Program Studi: | FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Hubungan Internasional |
| Pengguna Deposit: | 2602602753 Digilib |
| Date Deposited: | 06 Mar 2026 02:28 |
| Terakhir diubah: | 06 Mar 2026 02:28 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/97420 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
