Tanggapan Pertumbuhan Tiga Klon Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.) terhadap Tiga Metode Sambung Pucuk Setelah Tanam

Ardi, Alviando (2025) Tanggapan Pertumbuhan Tiga Klon Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.) terhadap Tiga Metode Sambung Pucuk Setelah Tanam. FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF (Abstrak)
Ardi Alviando_Abstrak.pdf

Download (16Kb) | Preview
[img] File PDF (Skripsi Full)
Ardi Alviando_ Skripsi Full.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (1232Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF (Full Tanpa Pembahasan)
Ardi Alviando_Full Tanpa Pembahasan.pdf

Download (938Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Tanaman kakao (Theobroma cacao L.) merupakan komoditas perkebunan yang berkembang optimal di wilayah beriklim tropis. Komoditas ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan devisa dan pertumbuhan ekonomi nasional. Penerapan teknik sambung pucuk yang dikombinasikan dengan penggunaan klon-klon unggul menjadi salah satu strategi efektif untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperbaiki kualitas hasil tanaman kakao. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh berbagai metode sambung pucuk dan klon scion terhadap keberhasilan sambungan dan pertumbuhan vegetatif awal tanaman kakao. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial (3x3) dengan dua faktor, yaitu tiga metode sambung pucuk (G1: sambatan/splice, G2: baji/cleft, dan G3: sisip kulit/bark) serta tiga klon scion (K1: MCC 01, K2: MCC 02, dan K3: Sul 02), yang disambungkan pada batang bawah half-sib Klon MCC 02. Data dikumpulkan melalui pengamatan terhadap persentase sambungan hidup, jumlah tunas, jumlah daun, panjang tunas, serta pertambahan tinggi scion dan pertambahan diameter scion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode sambung pucuk berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan scion setelah 4 bulan penyambungan, dengan metode baji (cleft grafting) yang memberikan hasil tanggapan pertumbuhan paling tinggi pada variabel persentase sambungan hidup, jumlah tunas, jumlah daun, dan pemanjangan tunas tumbuh pada scion. Pada variasi scion klon kakao yang digunakan tidak menunjukkan hasil perbedaan yang signifikan, dan hubungan interaksi antara tiga scion klon kakao dengan metode sambung pucuk yang berbeda juga tidak menunjukkan hasil perbedaan yang signifikan.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 630 Pertanian dan teknologi yang berkaitan
Program Studi: FAKULTAS PERTANIAN (FP) & PASCASERJANA > Prodi S1 Agroteknologi
Pengguna Deposit: Alviando Ardi
Date Deposited: 09 Mar 2026 04:36
Terakhir diubah: 09 Mar 2026 04:36
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/97511

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir