STUDI ETNOFARMASI: PEMANFAATAN TUMBUHAN OBAT BERBASIS KEARIFAN LOKAL OLEH SUKU LAMPUNG DI PEKON UNGGAK, KECAMATAN KELUMBAYAN, KABUPATEN TANGGAMUS

Margitha, Ayu Vira (2026) STUDI ETNOFARMASI: PEMANFAATAN TUMBUHAN OBAT BERBASIS KEARIFAN LOKAL OLEH SUKU LAMPUNG DI PEKON UNGGAK, KECAMATAN KELUMBAYAN, KABUPATEN TANGGAMUS. FAKULTAS KEDOKTERAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (530Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (6Mb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI FULL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (6Mb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Background: The use of medicinal plants remains a significant of tradit ional medicine among indigenous communit ies. Lampung Province has considerable potential in medicinal plants; however, this traditional knowledge is at risk of disappearing due to the development of modern medicine. The Lampung ethnic communit y in Pekon Unggak cont inues to utilize medicinal plants; therefore, document ing these practices is essent ial to ensure the sustainabilit y of tradit ional knowledge. Methods: This study adopted a qualitative descriptive approach. Data were collected through semi-structured interviews with members of the Lampung ethnic communit y in Pekon Unggak, selected using purposive sampling and snowball sampling techniques, and supported by observat ion and documentation. Data were analyzed descriptively, while the use value of medicinal plants was determined using the Use Value (UV) method. Results: The results indicated that the communit y of Pekon Unggak utilizes 70 medicinal plant species belonging to 36 families. Leaves were the most commonly used plant part (58%), followed by rhizomes (14%), stems (9%), and fruits (7%). Boiling was the predominant processing method, with herbal remedies primarily administered orally. Based on Use Value (UV) analysis revealed that turmeric (Curcuma longa L.) had the highest UV score (3.12), indicat ing a relat ively high level of utilizat ion in traditional medicinal pract ices. Knowledge related to the use of medicinal plants is largely transmitted through generat ions. Conclusion: The Lampung ethnic communit y in Pekon Unggak utilizes a wide diversit y of medicinal plants as part of a traditional healt hcare system based on local wisdom. The high Use Value of turmeric (Curcuma longa L.) reflects its frequent use and the strong retention of tradit ional knowledge within the communit y. Keywords: Ethnopharmacy, medicinal plants, local wisdom, Use Value, Lampung ethnic communit y. Latar Belakang: Pemanfaatan tumbuhan obat masih berperan penting dalam pengobatan tradisional masyarakat adat. Provinsi Lampung memiliki potensi tumbuhan berkhasiat obat yang besar, namun pengetahuan tradisional tersebut berisiko menghilang seiring dengan perkembangan pengobatan modern. Masyarakat suku Lampung di Pekon Unggak masih memanfaatkan tumbuhan obat, sehingga pendokumentasian praktik ini pent ing untuk menjaga keberlanjutan pengetahuan tradisional. Metode: Penelit ian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitat if. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap masyarakat suku Lampung di Pekon Unggak yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling, serta didukung oleh observasi dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif, sedangkan nilai pemanfaatan tumbuhan obat ditentukan menggunakan metode Use Value (UV). Hasil: Hasil penelit ian menunjukkan bahwa masyarakat di Pekon Unggak memanfaatkan 70 spesies tumbuhan obat dari 36 famili. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah daun (58%), diikuti rimpang (14%), batang (9%), dan buah (7%). Perebusan merupakan cara pengolahan tumbuhan obat yang paling umum dilakukan, dengan penggunaan ramuan yang didominasi dengan cara diminum. Berdasarkan hasil perhitungan Use Value (UV), kunyit (Curcuma longa L.) memiliki nilai UV tertinggi sebesar 3,12, yang mengindikasikan t ingkat pemanfaatan yang cukup pent ing dalam praktik pengobatan tradisional. Pengetahuan mengenai penggunaan tumbuhan obat sebagian besar diperoleh secara turun-temurun. Kesimpulan: Masyarakat suku Lampung di Pekon Unggak memanfaatkan 70 spesies tumbuhan obat dari 36 famili dalam pengobatan tradisional berbasis kearifan lokal, dengan Zingiberaceae sebagai famili dominan dan daun sebagai bagian yang paling banyak digunakan. Analisis Use Value menunjukkan bahwa kunyit (Curcuma longa L.) memiliki nilai UV sebesar 3,12, yang mencerminkan tingkat pemanfaatan dan pengetahuan masyarakat yang cukup tinggi. Kata Kunci: Etnofarmasi, tumbuhan obat, kearifan lokal, Use Value, suku Lampung.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 607 Pendidikan, riset, topik terkait
600 Teknologi (ilmu terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan
600 Teknologi (ilmu terapan) > 680 Produksi untuk keperluan khusus
Program Studi: FAKULTAS KEDOKTERAN (FK) > Prodi S1-Prodi Farmasi
Pengguna Deposit: 2602382774 Digilib
Date Deposited: 12 Mar 2026 01:42
Terakhir diubah: 12 Mar 2026 01:42
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/97644

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir