Yusrin , Dani (2026) TINGKAT KINERJA PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN DI KECAMATAN PESISIR UTARA DAN KECAMATAN LEMONG KABUPATEN PESISIR BARAT. FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK.pdf Download (223Kb) | Preview |
|
|
File PDF
SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (1831Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (900Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Penyuluh pertanian lapangan memiliki peran strategis dalam mengembangkan kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan petani guna mendukung keberhasilan pembangunan di sektor pertanian. Melalui kegiatan penyuluhan, petani diharapkan mampu mengakses informasi teknologi, pasar, permodalan, serta sumber daya lainnya sehingga dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, dan kesejahteraan. Kinerja penyuluh pertanian menjadi faktor penting dalam keberhasilan proses penyuluhan dan pencapaian tujuan pembangunan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kinerja penyuluh pertanian lapangan di Kecamatan Pesisir Utara dan Kecamatan Lemong Kabupaten Pesisir Barat, serta membandingkan kinerja penyuluh di kedua wilayah tersebut. Penelitian dilaksanakan menggunakan pendekatan survei dengan melibatkan petani sebagai responden yang berada di wilayah binaan penyuluh. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang disusun berdasarkan indikator kinerja penyuluh sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 91/Permentan/OT.140/9/ 2013. Analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan tingkat kinerja penyuluh pada tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan penyuluhan. Analisis inferensial digunakan untuk menguji perbedaan kinerja penyuluh antar kecamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja penyuluh pertanian lapangan di Kecamatan Pesisir Utara dan Kecamatan Lemong secara umum berada dalam klasifikasi baik. Terdapat perbedaan kinerja yang signifikan antara kedua kecamatan tersebut. Perbedaan ini dipengaruhi oleh faktor beban kerja penyuluh, luas wilayah binaan, jumlah kelompok tani, karakteristik petani, serta kondisi geografis dan aksesibilitas wilayah yang berbeda. Diperlukan kebijakan dan strategi yang tepat dalam pengelolaan wilayah kerja penyuluh agar kinerja penyuluh dapat lebih optimal dan merata. Kata kunci: kinerja, penyuluh pertanian, petani. Agricultural extension workers have a strategic role in developing farmers’ abilities, knowledge, and skills to support the success of agricultural development. Through extension activities, farmers are expected to access information on technology, markets, capital, and other resources in order to improve productivity, business efficiency, and welfare. The performance of agricultural extension workers is an important factor in the success of the extension process and the achievement of agricultural development goals. This study aimed to analyze the performance level of agricultural extension workers in Pesisir Utara and Lemong Sub-districts, Pesisir Barat Regency, and to compare the performance of extension workers in both areas. This research was conducted using a survey approach involving farmers as respondents in the extension working areas. Data were collected through questionnaires based on the performance indicators of extension workers according to the Regulation of the Minister of Agriculture Number 91/Permentan/OT.140/9/2013. Data analysis used descriptive quantitative methods to describe the performance of extension workers at the stages of preparation, implementation, and evaluation of extension activities. Inferential analysis was used to test the differences in extension workers’ performance between subdistricts. The results showed that the performance of agricultural extension workers in Pesisir Utara and Lemong Sub-districts was generally classified as good. There were significant differences in performance between the two sub-districts. These differences were influenced by the workload of extension workers, size of working areas, number of farmer groups, farmers’ characteristics, as well as geographical and accessibility conditions. Appropriate policies and strategies in managing extension working areas are needed to improve the effectiveness and equity of extension workers’ performance. Keywords: performance, agricultural extension workers, farmers.
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 600 Teknologi (ilmu terapan) > 630 Pertanian dan teknologi yang berkaitan |
| Program Studi: | FAKULTAS PERTANIAN (FP) & PASCASERJANA > Prodi S1 Agribisnis |
| Pengguna Deposit: | 2602137112 Digilib |
| Date Deposited: | 16 Mar 2026 01:12 |
| Terakhir diubah: | 16 Mar 2026 01:12 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/97762 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
