DASAR PERTIMBANGAN HAKIM DALAM PEMIDANAAN TERHADAP KASUS PERSETUBUHAN DENGAN PELAKU DAN KORBAN DI BAWAH UMUR (Studi Putusan Nomor 15/Pid.Sus-Anak/2024/PN Liw )

Metri , Andayni (2026) DASAR PERTIMBANGAN HAKIM DALAM PEMIDANAAN TERHADAP KASUS PERSETUBUHAN DENGAN PELAKU DAN KORBAN DI BAWAH UMUR (Studi Putusan Nomor 15/Pid.Sus-Anak/2024/PN Liw ). FAKULTAS HUKUM , UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (25Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (3633Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI FULL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (3492Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan pada kasus tindak pidana persetubuhan yang melibatkan anak sebagai pelaku dan korban di bawah umur (Studi Putusan No. 15/Pid.Sus-Anak/2024/PN Liw). Kasus ini berawal dari hubungan pacaran antara Anak Pelaku dan Anak Korban yang keduanya berusia 17 tahun, dengan peristiwa persetubuhan berulang sebanyak enam kali yang dipicu bujuk rayu. Fokus utama kasus adalah bagaimana sistem peradilan pidana anak (SPPA) diterapkan dalam menghadapi dilema antara perlindungan anak dan penegakan hukum pidana berat. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris. Data yang digunakan merupakan data primer dan data sekunder, metode pengumpulan data dalam penelitian ini ialah studi kepustakaan dan studi lapangan. narasumber dalam penelitian ini terdiri dari Hakim Pengadilan Negeri Liwa dan 1 (satu) orang Dosen Bagian Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Lampung. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukan bahwa Putusan Nomor 15/Pid.SusAnak/2024/PN Liw telah didasarkan pada pertimbangan yuridis dan mengadopsi Teori Gabungan dengan menekankan rehabilitasi anak pelaku. Namun, pidana yang dijatuhkan dinilai belum sepenuhnya mencerminkan keseimbangan antara kepentingan rehabilitatif dan perlindungan serta keadilan bagi korban, sehingga tujuan pemidanaan belum tercapai secara optimal. Saran dalam penelitian ini yaitu agar hakim lebih mengoptimalkan pertimbangan dampak psikologis dan sosial korban serta menjatuhkan sanksi secara proporsional dengan menerapkan mekanisme ganti kerugian (restitusi), sehingga pemidanaan tidak hanya fokus pada pembinaan pelaku, tetapi juga memberikan keadilan dan pemulihan bagi korban. Kata Kunci : Pertimbangan Hakim, Persetubuhan Anak, SPPA

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum
Program Studi: FAKULTAS HUKUM (FH) > Prodi S1-Ilmu Hukum
Pengguna Deposit: 2602105248 Digilib
Date Deposited: 30 Mar 2026 07:55
Terakhir diubah: 30 Mar 2026 07:55
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/97862

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir