PIIL PESENGGIRI DILOM SAGATA PADA TRADISI MANJAU MAJU DI KABUPATEN TANGGAMUS RIK IMPLIKASINI TEHADOP PEMBELAJARAN BAHASA LAMPUNG DI SMP

HUSNA , DEWI (2026) PIIL PESENGGIRI DILOM SAGATA PADA TRADISI MANJAU MAJU DI KABUPATEN TANGGAMUS RIK IMPLIKASINI TEHADOP PEMBELAJARAN BAHASA LAMPUNG DI SMP. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN , UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (178Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (3231Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2611Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Penelitian sinji dilatarbelakangi jama pentingni pelestariyan nilai-nilai budaya Lampung, hususni Piil Pesenggiri, sai tecermin dilom sagata pada tradisi manjau maju di kabupaten Tanggamus. Permasalahan dilom penelitiyan sinji iyulah gohpa bentuk Piil Pesenggiri sai tekandung dilom sagata pada tradisi manjau maju serta gohpa implikasini tehadop pembelajaran bahasa Lampung di SMP. Penelitian sinji butujuwan guwai ngedeskripsiko Piil Pesenggiri dilom sagata rik ngeimplikasikoni tehadop pembelajaran bahasa Lampung di SMP. Penelitian sinji ngegunako metode kualitatip jama pendekatan etnograpi. Data penelitiyan berupa teks sagata sai digunako dilom tradisi manjau maju di kabupaten Tanggamus. Teknik pengumpulan data dilakuko ngelaluwi obserpasi, wawancara, rik dokumentasi. Piil Pesenggiri ngerupako palsapah hurik ulun Lampung sai tampak dilom pola tingkah laku. Hasil penelitiyan nunjukko bahwa dilom sagata pada tradisi manjau maju terkandung nilai-nilai Piil Pesenggiri, yakdolah Sakai sambaian, Nemui nyimah, Nengah nyappur, rik Bejuluk beadek. Nilai-nilai sina tercermin ngelaluwi ungkapan-ungkapan dilom tiap baitni sai disampaiko anjak tuwan rumah jama pihak tamu. Implikasi penelitiyan sinji tehadop pembelajaran bahasa Lampung di SMP nunjukko bahwa sagata dilom tradisi manjau maju dapok dijadiko sebagai bahan ajar sai kontekstuwal rik bubasis kearipan lokal. Sejalan jama Kompetensi Dasar rik Kompetensi Inti Kurikulum 2013, serta buperan dilom pengembangan kemampuwan bubahasa sekaligus pembentukan karakter siswa. Kata kunci: Piil Pesenggiri, Tradisi Manjau Maju, Pembelajaran Bahasa Lampung Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian nilai-nilai budaya Lampung, khususnya Piil Pesenggiri, yang tercermin dalam sagata pada tradisi manjau maju di kabupaten Tanggamus. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk Piil Pesenggiri yang terkandung dalam sagata pada tradisi manjau maju serta bagaimana implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Lampung di SMP. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Piil Pesenggiri dalam sagata dan mengimplikasikannya terhadap pembelajaran Bahasa Lampung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data penelitian berupa teks sagata yang digunakan dalam tradisi manjau maju di kabupaten Tanggamus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Piil Pesenggiri merupakan falsafah hidup orang Lampung yang tampak dalam pola tingkah laku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam sagata pada tradisi manjau maju terkandung nilai-nilai Piil Pesenggiri, yaitu Sakai sambaian, Nemui nyimah, Nengah nyappur, dan Bejuluk beadek. Nilai-nilai tersebut tercermin melalui ungkapan-ungkapan dalam setiap baitnya yang disampaikan dari tuan rumah dan pihak tamu. Implikasi penelitian ini terhadap pembelajaran bahasa Lampung di SMP menunjukkan bahwa sagata dalam tradisi manjau maju dapat dijadikan sebagai bahan ajar yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal. Sejalan dengan Kompetensi Dasar dan Kompetensi Inti Kurikulum 2013, serta berperan dalam pengembangan kemampuan berbahasa sekaligus pembentukan karakter siswa. Kata kunci: Piil Pesenggiri, Tradisi Manjau Maju, Pembelajaran Bahasa Lampung This research is motivated by the importance of preserving Lampung cultural values, especially Piil Pesenggiri, which is reflected in the sagata in the Manjau Maju tradition in Tanggamus Regency. The problem in this research is how the form of Piil Pesenggiri contained in the sagata in the Manjau Maju tradition and how its implications for Lampung language learning in junior high schools. This study aims to describe Piil Pesenggiri in sagata and its implications for Lampung language learning. This research employed a qualitative method with an ethnographic approach. The research data consisted of sagata texts used in the Manjau Maju tradition in Tanggamus Regency. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. Piil Pesenggiri is the philosophy of life of the Lampung people which is apparent in their behavioral patterns.The results of the study indicate that the sagata in the Manjau Maju tradition contains the values of Piil Pesenggiri, including Sakai Sambaian, Nemui Nyimah, Nengah Nyappur, and Bejuluk Beadek. These values are reflected through the expressions in each verse delivered by the host and the guest. The implications of this study for Lampung language learning in junior high schools indicate that the sagata in the Manjau Maju tradition can be used as contextual teaching materials based on local wisdom. In line with the Basic Competencies and Core Competencies of the 2013 Curriculum, and plays a role in developing language skills as well as forming students' characters. Keywords: Piil Pesenggiri, Manjau Maju Tradition, Lampung Language Learning

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial > 370 Pendidikan
400 Bahasa
Program Studi: FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) > Prodi S1 Pendidikan Bahasa Lampung
Pengguna Deposit: 2602171741 Digilib
Date Deposited: 21 Apr 2026 08:23
Terakhir diubah: 21 Apr 2026 08:23
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/98411

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir