NANA , LIA (2026) MAKNA LEKSIKAL RIK GRAMATIKAL DELOM SAGATA PADA TRADISI MANJAU MAJU DI TANGGAMUS RIK IMPLIKASINI TEHADOP PEMBELAJARAN BAHASA LAMPUNG DI SMP. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN , UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK.pdf Download (270Kb) | Preview |
|
|
File PDF
SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (2317Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (1928Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Permasalahan delom penelitian sinji iyulah gohrepa makna leksikal rik gramatikal delom sagata pada tradisi manjau maju rik implikasini delom pembelajaran bahasa Lampung. Penelitian hinji bertujuan guwai ngedeskripsiko makna leksikal rik gramatikal delom sagata pada tradisi manjau maju di Tanggamus serta ngejelasko implikasini tehadop pembelajaran bahasa Lampung di SMP. Metode sai digunako delom penelitian hinji iyulah deskriptip kualitatip jama pendekatan etnograpi. Data penelitian hinji berupa sagata delom tradisi manjau maju. Sumber data berupa makna leksikal rik gramatikal delom sagata pada tradisi manjau maju di Tanggamus. Teknik pengumpulan data ngeliputi obserpasi, wawancara, rik dokumentasi. Teknik analisis data ngelalui reduksi data, penyajian data, rik penarikan kesimpulan. Hasil penelitian sinji ngenunjukko bahwa makna leksikal delom sagata digunako sesuai jama makna dasar segohrepa tercantum delom kamus. Sedangko makna gramatikal delom sagata ngeliputi gramatikal apiksasi, reduplikasi, rik komposisi. Bentuk apiksasi sai ditunggai berupa prepiks, supiks, rik konpiks. Reduplikasi berupa reduplikasi utuh rik reduplikasi berimbuhan. Komposisi terbentuk anjak penggabungan ruwa kata dasar sai ngehasilko makna baru. Hasil penelitian hinji diimplikasiko delom pembelajaran Bahasa Lampung di SMP kelas VII pada Kompetensi Dasar 7.3.6 rik 7.4.6 sebagai bahan ajar sastra lisan sai berbasis kearipan lokal. Kata kunci: Makna Leksikal, Gramatikal, Sagata, Manjau Maju, Pembelajaran Bahasa Lampung Permasalahan dalam penelitian ini iyalah bagaimana makna leksikal dan gramatikal dalam sagata pada tradisi manjau maju dan implikasinya dalam pembelajaran bahasa Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna leksikal dan gramatikal dalam sagata pada tradisi manjau maju di Tanggamus serta menjelasko implikasini terhadap pembelajaran bahasa Lampung di SMP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini iyalah deskriptip kualitatip dengan pendekatan etnograpi. Data penelitian ini berupa sagata dalam tradisi manjau maju. Sumber data berupa makna leksikal dan gramatikal dalam sagata pada tradisi manjau maju di Tanggamus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data ngelalui reduksi data, penyajian data, rik penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna leksikal dalam sagata digunakan sesuai dengan makna dasar sebagaimana tercantum dalam kamus bahasa Indonesia dan Kamus bahasa Lampung. sedangkan makna gramatikal dalam sagata meliputi gramatikal apiksasi, reduplikasi, dan komposisi. Bentuk apiksasi yang ditemukan berupa prepiks, supiks, dan konpiks. Reduplikasi berupa reduplikasi utuh dan reduplikasi berimbuhan. Komposisi terbentuk dari penggabungan dua kata dasar yang menghasilkan makna baru. Hasil penelitian ini diimplikasikan dalam pembelajaran Bahasa Lampung di SMP kelas VII pada Kompetensi Dasar 7.3.6 dan 7.4.6 sebagai bahan ajar sastra lisan yang berbasis kearipan lokal. Kata kunci: Makna Leksikal, Gramatikal, Sagata, Manjau Maju, Pembelajaran Bahasa Lampung The problem addressed in this study is how lexical and grammatical meanings are realized in sagata within the manjau maju tradition and their implications for the teaching of the Lampung language. This study aims to describe the lexical and grammatical meanings found in sagata in the manjau maju tradition in Tanggamus, as well as to explain their implications for Lampung language learning at the junior high school level. The method used in this study is a qualitative descriptive method with an ethnographic approach. The data of this research consist of sagata in the manjau maju tradition. The data sources include lexical and grammatical meanings found in sagata within the manjau maju tradition in Tanggamus. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques involve data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study show that lexical meanings in sagata are used in accordance with their basic meanings as listed in the Indonesian Dictionary and the Lampung Dictionary. Meanwhile, grammatical meanings in sagata include affixation, reduplication, and composition. The forms of affixation found consist of prefixes, suffixes, and circumfixes. Reduplication includes full reduplication and affixed reduplication. Composition is formed through the combination of two base words that produce new meanings. The results of this study are implemented in Lampung language learning for Grade VII junior high school students, specifically in Basic Competencies 7.3.6 and 7.4.6, as teaching materials for oral literature based on local wisdom. Keywords: Lexical Meaning, Grammatical Meaning, Sagata, Manjau Maju, Lampung Language Learning
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial > 370 Pendidikan 400 Bahasa > 407 Pendidikan, riset dan topik terkait tentang Bahasa |
| Program Studi: | FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) > Prodi S1 Pendidikan Bahasa Lampung |
| Pengguna Deposit: | 2602000131 Digilib |
| Date Deposited: | 22 Apr 2026 02:10 |
| Terakhir diubah: | 22 Apr 2026 02:10 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/98413 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
