NILAI-NILAI MORAL DELOM SAGATA PADA TRADISI MANJAU MAJU DI KABUPATEN TANGGAMUS RIK IMPLIKASINI TEHADAP PEMBELAJARAN BAHASA LAMPUNG DI SMP

AZARINE KAYLA NISA , FATIHA (2026) NILAI-NILAI MORAL DELOM SAGATA PADA TRADISI MANJAU MAJU DI KABUPATEN TANGGAMUS RIK IMPLIKASINI TEHADAP PEMBELAJARAN BAHASA LAMPUNG DI SMP. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (201Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2692Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2386Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Penelitiyan sinji dilatarbelakangi jama pentingni pelestarian sastra lisan Lampung guwai warisan budaya daerah sai ngandung nilai-nilai moral rik karakter. Salah sai bentuk sastra lisan Lampung yakdolah sagata sai digunako delom tradisi manjau maju pada pernikahan adat Lampung Saibatin di Kabupaten Tanggamus. Permasalahan delom penelitiyan sinji yakdolah nilai-nilai moral api gaoh sai tekandung delom sagata pada tradisi manjau maju serta gohpa implikasini tehadap pembelajaran Bahasa Lampung di SMP. Penelitiyan sinji butujuan guwai ngedeskripsiko nilai-nilai moral delom sagata rik ngeimplikasikoni delom pembelajaran Bahasa Lampung di SMP. Penelitiyan sinji ngegunako metode deskriptip kualitatip jama pendekatan etnografi. Data penelitiyan berupa tuturan sagata sai dilantunko delom tradisi manjau maju, diperoleh ngelalui teknik obserpasi, wawancara ngedelom jama tokoh adat rik masyarakat, serta dokumentasi. Teknik analisis data dilakuko ngelalui tahapan reduksi data, penyajian data, rik penarikan kesimpulan. Hasil penelityan ngenunjukko bahwa sagata pada tradisi manjau maju ngandung nilai-nilai moral sai ngeliputi nilai moral indipidual berupa kepatuhan, keberanian, rik rila bukurban; nilai moral sosial berupa sikap gering nulung, kerja sama, rik kerukunan; serta nilai moral religi. Nilai moral indipidual ngerupako nilai sai paling dominan ditemuko delom sagata. Nilai-nilai sina ngecerminko sikap hurik masyarakat Lampung Saibatin sai ngejunjung tinggi kesederhanan, keharmonisan sosial, rik ketaatan, tehadap adat. Kata kunci: nilai-nilai moral, sagata, manjau maju Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian sastra lisan Lampung sebagai warisan budaya daerah yang mengandung nilai-nilai moral dan karakter. Salah satu bentuk sastra lisan Lampung adalah sagata yang digunakan dalam tradisi manjau maju pada pernikahan adat masyarakat Lampung Saibatin di Kabupaten Tanggamus. Permasalahan dalam penelitian ini adalah nilai-nilai moral apa saja yang terkandung dalam sagata pada tradisi manjau maju serta bagaimana implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Lampung di SMP. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai moral dalam sagata dan mengimplikasikannya dalam pembelajaran Bahasa Lampung di SMP. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data penelitian berupa tuturan sagata yang dilantunkan dalam tradisi manjau maju, diperoleh melalui teknik observasi, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan masyarakat, serta dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sagata pada tradisi manjau maju mengandung nilai-nilai moral yang meliputi nilai moral individual berupa kepatuhan, keberanian, dan rela berkorban; nilai moral sosial berupa sikap suka menolong, kerja sama, dan kerukunan; serta nilai moral religi. Nilai moral individual merupakan nilai yang paling dominan ditemukan dalam sagata. Nilai-nilai tersebut mencerminkan sikap hidup masyarakat Lampung Saibatin yang menjunjung tinggi kesederhanaan, keharmonisan sosial, dan ketaatan terhadap adat. Kata kunci: nilai-nilai moral, sagata, manjau maju This research is motivated by the importance of preserving Lampung oral literature as a regional cultural heritage containing moral and character values. One form of Lampung oral literature is sagata used in the manjau maju tradition at traditional weddings of the Saibatin Lampung community in Tanggamus Regency. The problem in this research is what moral values are contained in the sagata in the manjau maju tradition and how they have implications for learning the Lampung language in junior high schools. This study aims to describe the moral values in sagata and their implications in learning the Lampung language in junior high schools. This study employs a descriptive qualitative method with an ethnographic approach. The research data consist of sagata utterances performed in the manjau maju tradition, obtained through observation, in-depth interviews with traditional leaders and community members, and documentation. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that sagata in the manjau maju tradition contains moral values that include individual moral values such as obedience, courage, and willingness to make sacrifices; social moral values such as helpfulness, cooperation, and harmony; and religious moral. Individual moral values are the most dominant values found in sagata. These values reflect the way of life of the Lampung Saibatin community, which upholds simplicity, social harmony, and obedience to customary law. Keywords: moral values, sagata, manjau maju

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial > 370 Pendidikan
400 Bahasa
Program Studi: FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) > Prodi S1 Pendidikan Bahasa Lampung
Pengguna Deposit: 2602908643 Digilib
Date Deposited: 21 Apr 2026 08:16
Terakhir diubah: 21 Apr 2026 08:16
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/98419

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir