Risya , Faraditha (2026) FENOMENA CALON TUNGGAL DALAM PEMILIHAN BUPATI LAMPUNG BARAT TAHUN 2024. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK , UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
1. ABSTRAK-ABSTRACT.pdf Download (92Kb) | Preview |
|
|
File PDF
2. SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (10Mb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
3. SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (9Mb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Penelitian ini menganalisis fenomena calon tunggal dalam Pemilihan Bupati Kabupaten Lampung Barat Tahun 2024 yang mencerminkan dinamika demokrasi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kemunculan calon tunggal serta menjelaskan dinamika politik lokal dan partai politik yang berujung pada terbentuknya calon tunggal. Analisis penelitian menggunakan teori modal sosial Pierre Bourdieu (1987) yang menekankan tiga indikator utama, yaitu jaringan sosial, kepercayaan, dan relasi timbal balik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan yang berasal dari partai politik, penyelenggara pemilu, wartawan, dan masyarakat, serta didukung oleh analisis dokumen dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemunculan calon tunggal merupakan hasil akumulasi modal sosial yang terpusat pada satu figur dominan. Jaringan sosial yang luas, tingkat kepercayaan yang tinggi, dan relasi timbal balik yang stabil membentuk keunggulan struktural yang sulit ditandingi sejak tahap awal pencalonan. Pada dinamika partai politik, keunggulan tersebut mendorong pergeseran peran partai dari institusi rekrutmen menjadi aktor yang menyesuaikan diri dengan kekuatan dominan. Jaringan kandidat mengambil alih fungsi seleksi politik, kepercayaan publik dikonversi menjadi legitimasi elektoral, dan relasi timbal balik membentuk koalisi berbasis kepentingan. Akibatnya, fungsi kaderisasi dan penyediaan alternatif kepemimpinan melemah. Pada dinamika politik lokal, modal sosial bekerja melalui mekanisme politik informal yang berakar pada jaringan kekerabatan, otoritas tokoh adat, dan relasi sosial yang telah mengakar. Struktur ini membentuk preferensi politik kolektif, mempercepat konsolidasi dukungan, dan secara sistematis mempersempit ruang kompetisi sejak awal proses pencalonan. Kata Kunci: Calon tunggal, pilkada, partai politik, modal sosial, dinamika politik.
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial 300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan) |
| Program Studi: | FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Ilmu Pemerintahan |
| Pengguna Deposit: | 2602693404 Digilib |
| Date Deposited: | 21 Apr 2026 08:21 |
| Terakhir diubah: | 21 Apr 2026 08:21 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/98421 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
