Fadhila Awal , Ramadhani Husnan (2026) POTENSI PISANG MULI LAMPUNG SEBAGAI PRODUK INDIKASI GEOGRAFIS PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG MEREK DAN INDIKASI GEOGRAFIS. FAKULTAS HUKUM , UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK.pdf Download (2334Kb) | Preview |
|
|
File PDF
SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (2192Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
SKRIPSI FUL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (2359Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Pisang Muli merupakan salah satu komoditas hortikultura khas Provinsi Lampung yang memiliki karakteristik dan nilai ekonomi yang potensial untuk dikembangkan sebagai produk Indikasi Geografis. Namun, hingga saat ini Pisang Muli belum memperoleh perlindungan hukum melalui pendaftaran Indikasi Geografis. Rumusan masalah penelitian ini yaitu karakteristik Pisang Muli Lampung yang menunjukkan keterkaitan dengan wilayah asalnya. Menganalisis potensi Pisang Muli Lampung untuk dilindungi sebagai produk indikasi geografis berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016. Menganalisis hambatan dalam pendaftaran pisang muli sebagai indikasi geografis. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif-empiris dengan pendekatan perundang-undangan, dan pendekatan sosiologi hukum. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pihak-pihak terkait, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan yang mencakup undang-undang, peraturan pemerintah, dan dokumen terkait lainnya. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dengan pendekatan induktif, yaitu menarik kesimpulan berdasarkan temuan empiris di lapangan untuk menilai kesesuaian antara norma hukum dan kondisi faktual terkait karakteristik Pisang Muli, mengkaji potensi Pisang Muli sebagai produk Indikasi Geografis, serta mengidentifikasi hambatan dalam proses pendaftarannya. Hasil penelitian dan pembahasan berdasarkan Pasal 1 Ayat 6 Undang-Undang no 20 tahun 2016 menunjukkan bahwa Pisang Muli Lampung memiliki karakteristik khas berdasarkan hasil uji laboratorium. Potensi, Pisang Muli memiliki keterkaitan yang kuat antara kualitas produk dengan daerah asalnya, nilai ekonomi yang menjanjikan, serta peluang pengembangan pasar apabila memperoleh perlindungan Indikasi Geografis. Namun, dalam proses pendaftarannya masih terdapat berbagai hambatan, seperti rendahnya pemahaman masyarakat mengenai Indikasi Geografis, belum tersedianya data dan identifikasi produk secara spesifik, serta lemahnya koordinasi antarinstansi terkait. Kata kunci: Indikasi Geografis, Pisang Muli. Banana Muli is one of the distinctive horticultural commodities of Lampung Province that possesses unique characteristics and significant economic value, making it a potential candidate for development as a Geographical Indication (GI) product. However, to date, Banana Muli has not yet obtained legal protection through Geographical Indication registration. The research problems in this study are: identifying the characteristics of Banana Muli Lampung that demonstrate its linkage to its geographical origin; analyzing its potential to be protected as a Geographical Indication product under the provisions of Law Number 20 of 2016; and examining the obstacles in registering Banana Muli as a Geographical Indication. This study employs a normative-empirical research method with a statutory approach and a sociological legal approach. Primary data were obtained through interviews with relevant stakeholders, while secondary data were collected through literature studies, including laws, government regulations, and other related documents. The data were analyzed qualitatively using an inductive approach, drawing conclusions based on empirical findings in the field to assess the conformity between legal norms and factual conditions related to the characteristics of Banana Muli, to evaluate its potential as a Geographical Indication product, and to identify the obstacles in its registration process. The results and discussion, based on Article 1 paragraph (6) of Law Number 20 of 2016, indicate that Banana Muli Lampung has distinctive characteristics supported by laboratory test results. In terms of potential, Banana Muli shows a strong correlation between product quality and its geographical origin, promising economic value, and significant market development opportunities if it obtains Geographical Indication protection. However, several obstacles remain in the registration process, including low public awareness of Geographical Indications, the lack of specific product data and identification, and weak coordination among relevant institutions. Keyword: Geographical Indication, Pisang Muli.
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum |
| Program Studi: | FAKULTAS HUKUM (FH) > Prodi S1-Ilmu Hukum |
| Pengguna Deposit: | 2602071355 Digilib |
| Date Deposited: | 30 Apr 2026 02:28 |
| Terakhir diubah: | 30 Apr 2026 02:28 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/98811 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
