Abdi Fajar , Imani (2026) IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM BANTUAN KAKI DAN TANGAN PALSU BAGI PENYANDANG DISABILITAS FISIK (Studi Kualitatif Di Kabupaten Lampung Timur). Masters thesis, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK.pdf Download (188Kb) | Preview |
|
|
File PDF
TESIS FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (1878Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
TESIS TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (1488Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Bantuan Kaki dan Tangan Palsu bagi penyandang disabilitas fisik di Kabupaten Lampung Timur berdasarkan teori implementasi kebijakan George C. Edward III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasi program serta merumuskan rekomendasi kebijakan guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan program. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Lampung Timur, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), penerima manfaat, dan orang tua penerima manfaat. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Bantuan Kaki dan Tangan Palsu di Kabupaten Lampung Timur secara umum telah berjalan cukup baik, namun masih menghadapi beberapa kendala. Pada aspek komunikasi, penyampaian informasi program telah dilakukan melalui koordinasi antara Dinas Sosial, TKSK, dan pemerintah desa, meskipun masih terdapat keterbatasan dalam penyebaran informasi kepada masyarakat. Pada aspek sumber daya, keterbatasan anggaran, tenaga teknis, dan sarana pendukung menjadi hambatan dalam pelaksanaan program. Pada aspek disposisi, pelaksana program menunjukkan komitmen dan kepedulian yang cukup baik terhadap penerima manfaat. Sementara itu, pada aspek struktur birokrasi, pelaksanaan program telah memiliki mekanisme kerja yang jelas, namun koordinasi dan integrasi data antarinstansi masih perlu ditingkatkan. Faktor pendukung implementasi program meliputi adanya dukungan pemerintah, kerja sama antar pelaksana, dan komitmen dalam pelayanan kepada penyandang disabilitas. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan data, anggaran, sumber daya manusia, serta belum optimalnya koordinasi lintas sektor. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem pendataan, peningkatan kualitas sumber daya, dan penguatan koordinasi antarinstansi guna meningkatkan efektivitas implementasi program di masa mendatang. Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Disabilitas, Bantuan Alat Bantu, Edward III, Rehabilitasi Sosial. This study aims to analyze the implementation of the Prosthetic Leg and Arm Assistance Program for persons with physical disabilities in East Lampung Regency based on George C. Edward III’s policy implementation theory, which includes communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. This study also aims to identify the supporting and inhibiting factors in program implementation and formulate policy recommendations to improve the effectiveness of the program. This study employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The informants consisted of the Head of Social Rehabilitation Division of the East Lampung Social Service Office, Sub-district Social Welfare Workers (TKSK), beneficiaries, and beneficiaries’ parents. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the implementation of the Prosthetic Leg and Arm Assistance Program in East Lampung Regency has generally been carried out quite well, although several obstacles remain. In terms of communication, program information dissemination has been conducted through coordination between the Social Service Office, TKSK, and village governments, although information dissemination to the public is still limited. In terms of resources, limitations in budget, technical personnel, and supporting facilities became obstacles in program implementation. In terms of disposition, program implementers demonstrated good commitment and concern toward beneficiaries. Meanwhile, in terms of bureaucratic structure, the program has had a clear working mechanism, although coordination and data integration among agencies still need improvement. The supporting factors in program implementation include government support, cooperation among implementers, and commitment to services for persons with disabilities. Meanwhile, the inhibiting factors include limitations in data, budget, human resources, and the lack of optimal cross-sector coordination. Therefore, strengthening the data management system, improving the quality of resources, and enhancing inter-agency coordination are necessary to improve the effectiveness of program implementation in the future. Keywords: Policy Implementation, Disability, Assistive Device Assistance, Edward III, Social Rehabilitation.
| Jenis Karya Akhir: | Tesis (Masters) |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial 300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan) 300 Ilmu sosial > 350 Administrasi publik dan ilmu militer |
| Program Studi: | FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S2-Magister Ilmu Administrasi |
| Pengguna Deposit: | 2602426933 Digilib |
| Date Deposited: | 30 Apr 2026 02:11 |
| Terakhir diubah: | 30 Apr 2026 02:11 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/98821 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
