SELVI CITRA , NURLITA (2026) PERTANGGUNGJAWABAN EKSPEDISI PERUSAHAAN PERSEORANGAN TERHADAP KERUSAKAN DAN KETERLAMBATAN BARANG ANGKUTAN (Studi Perjanjian antara CV Cinta Food dan Ekspedisi Cukir Wangi). FAKULTAS HUKUM, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
1. ABSTRAK.pdf Download (4Mb) | Preview |
|
|
File PDF
2. SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (4Mb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
3. SKRIPSI TANPA PEMBAHASAN.pdf Download (4Mb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Kerusakan dan keterlambatan barang angkutan dalam perjanjian pengangkutan sering kali menimbulkan kerugian bagi pihak pengirim barang, meskipun kewajiban pembayaran biaya pengiriman telah dipenuhi. Permasalahan tersebut umumnya terjadi akibat kelalaian dalam penanganan barang serta ketidaktepatan waktu pengiriman oleh pihak ekspedisi. Hal ini juga dialami oleh CV Cinta Food dalam perjanjian pengangkutan barang dengan Ekspedisi Cukir Wangi, di mana terjadi kerusakan dan keterlambatan barang angkutan yang tidak sesuai dengan kesepakatan para pihak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggungjawaban hukum Ekspedisi Cukir Wangi atas kerusakan dan keterlambatan barang angkutan serta akibat hukum yang timbul dalam perjanjian pengangkutan tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian hukum normatif empiris dengan tipe penelitian deskriptif. Pendekatan yang digunakan meliputi pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Data diperoleh melalui penelitian lapangan berupa wawancara dengan pihak CV Cinta Food dan Ekspedisi Cukir Wangi, serta didukung oleh studi kepustakaan yang bersumber dari peraturan perundang-undangan, literatur hukum, dan jurnal ilmiah yang relevan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif untuk memperoleh gambaran yang komprehensif terkait permasalahan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan dan keterlambatan barang angkutan dalam perjanjian antara CV Cinta Food dan Ekspedisi Cukir Wangi dapat dikualifikasikan sebagai bentuk wanprestasi. Akibat hukum dari wanprestasi tersebut adalah timbulnya kewajiban bagi pihak Ekspedisi Cukir Wangi untuk memberikan pertanggungjawaban hukum berupa ganti rugi kepada CV Cinta Food sesuai dengan ketentuan perjanjian dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penyelesaian sengketa atas kerusakan dan keterlambatan barang angkutan dapat ditempuh melalui dua jalur yakni litigasi dan non litigasi. Kata Kunci: Pertanggungjawaban Hukum, Perjanjian Pengangkutan, Wanprestasi. Damage and delay in the transportation of goods in carriage agreements often cause losses to the consignor, despite the fulfillment of payment obligations for shipping services. Such issues generally arise due to negligence in handling goods and untimely delivery by the expedition company. This condition was also experienced by CV Cinta Food in its goods transportation agreement with Cukir Wangi Expedition, where damage and delay of goods occurred inconsistently with the agreement between the parties. This study aims to analyze the legal liability of Cukir Wangi Expedition for damage and delay of transported goods as well as the legal consequences arising from the carriage agreement. This research is a normative-empirical legal study with a descriptive research type. The approaches employed include the statutory approach and the case approach. Data were obtained through field research in the form of interviews with CV Cinta Food and Cukir Wangi Expedition, supported by library research derived from laws and regulations, legal literature, and relevant scientific journals. The collected data were then analyzed qualitatively to obtain a comprehensive understanding of the research issues. The results of the study indicate that damage and delay of goods transportation in the agreement between CV Cinta Food and Cukir Wangi Expedition can be classified as a form of breach of contract. The legal consequence of such breach is the emergence of an obligation for Cukir Wangi Expedition to provide legal liability in the form of compensation to CV Cinta Food in accordance with the terms of the agreement and the applicable laws and regulations. Dispute resolution regarding damage and delay of transported goods may be pursued through both litigation and non-litigation mechanisms. Keywords: Legal Liability, Carriage Agreement, Breach of Contract.
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum |
| Program Studi: | FAKULTAS HUKUM (FH) > Prodi S1-Ilmu Hukum |
| Pengguna Deposit: | 2602802663 Digilib |
| Date Deposited: | 04 May 2026 06:43 |
| Terakhir diubah: | 04 May 2026 06:43 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/98935 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
