Tomas Bayu , Triadi (2026) KERENTANAN BENCANA BANJIR DI KECAMATAN RAJABASA, KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2025. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN , UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK.pdf Download (166Kb) | Preview |
|
|
File PDF
SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (4Mb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (2356Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, mengalami peningkatan kejadian banjir dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kerentanan bencana banjir di Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif untuk menganalisis kerentanan banjir di Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan pihak kelurahan, serta studi dokumentasi dan literatur untuk memperoleh informasi terkait kondisi banjir dan kerentanan bencana banjir. Analisis mengacu pada Peraturan Kepala BNPB Nomor 2 Tahun 2012 dengan metode Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA). Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kerentanan banjir di Kecamatan Rajabasa memiliki kategori kerentanan “rendah”. Kerentanan sosial dipengaruhi oleh tingginya kepadatan penduduk, sementara kerentanan ekonomi lebih tinggi pada wilayah dengan dominasi lahan produktif, khususnya pertanian lahan basah. Kerentanan fisik menjadi faktor paling dominan akibat kepadatan bangunan dan keberadaan fasilitas umum di zona bahaya banjir. Sebaliknya, kerentanan lingkungan tergolong tinggi karena minimnya tutupan vegetasi dan fungsi resapan alami. Secara keseluruhan, risiko banjir di Kecamatan Rajabasa mencerminkan karakteristik kawasan perkotaan padat dengan eksposur aset fisik dan ekonomi yang tinggi. Kata Kunci: bahaya, bencana banjir, indeks kerentanan, spasial, wilayah. Rajabasa District, Bandar Lampung City, has experienced an increase in flood events in recent years. This study aims to analyze the level of flood disaster vulnerability in Rajabasa District, Bandar Lampung City. This study applies a quantitative approach with a descriptive method to assess flood vulnerability in the study area. Data were collected through field observations, interviews with local administrative offices, and documentation and literature review to obtain information related to flood conditions and vulnerability. The analysis refers to the Regulation of the Head of BNPB Number 2 of 2012 using the Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) method. The results indicate that the level of flood vulnerability in Rajabasa District falls into the “low” category. Social vulnerability is influenced by high population density, while economic vulnerability is higher in areas dominated by productive land, particularly wetland agriculture. Physical vulnerability is the most dominant factor due to dense building structures and the presence of public facilities within flood hazard zones. In contrast, environmental vulnerability is relatively high due to limited vegetation cover and reduced natural infiltration functions. Overall, the flood risk in Rajabasa District reflects the characteristics of a densely populated urban area with high exposure of physical and economic assets. Keywords: hazard, flood disaster, vulnerability index, spatial, region.
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial 300 Ilmu sosial > 370 Pendidikan 900 Sejarah dan Geografi |
| Program Studi: | FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) > Prodi S1 Pendidikan Geografi IPS |
| Pengguna Deposit: | 2602857615 Digilib |
| Date Deposited: | 06 May 2026 03:28 |
| Terakhir diubah: | 06 May 2026 03:28 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/99099 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
