DAYA IKAT AIR, SUSUT MASAK DAN HARDNESS PADA PUYUH JANTAN DENGAN PEMBERIAN MULTIENZIM DAN SPIRULINA PADA RANSUM KOMERSIL YANG DISUBSTITUSI DEDAK

Oza Bhakti , Pratama (2026) DAYA IKAT AIR, SUSUT MASAK DAN HARDNESS PADA PUYUH JANTAN DENGAN PEMBERIAN MULTIENZIM DAN SPIRULINA PADA RANSUM KOMERSIL YANG DISUBSTITUSI DEDAK. FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (183Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2240Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2203Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan multienzim dan spirulina terhadap daya ikat air, susut masak dan hardness pada puyuh jantan yang diberi ransum komersil substitusi dengan dedak. Penelitian dilaksanakan pada September--Oktober 2025, di Rumah Puyuh Mandiri, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Masing-masing ulangan terdiri atas 10 ekor dengan total 200 ekor menggunakan puyuh jantan. Perlakuan yang diberikan yaitu P0: ransum basal, P1: ransum basal + multienzim 0,0001 g/kg, P2: ransum basal + spirulina 0,5%, P3: ransum basal + spirulina 0,5% + multienzim 0,0001 g/kg. Data dianalisis dengan Analysis of Variance (Anova) dan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan multienzim dan spirulina pada ransum berpengaruh nyata (P<0,05) dalam performa daya ikat air, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap susut masak dan hardness. Perlakuan dengan suplementasi multienzim, spirulina, maupun kombinasi keduanya menghasilkan nilai daya ikat air yang sama baiknya dan lebih tinggi dibandingkan kontrol. Kata kunci: Kualitas daging, multienzim, puyuh jantan, spirulina This study aimed to determine the effect of multienzyme and spirulina supplementation on water holding capacity, cooking loss, and hardness of male quail fed a commercial ration substitution with rice bran. The research was conducted from September to October 2025 at Rumah Puyuh Mandiri, Kemiling District, Bandar Lampung City. The experiment was arranged in a Completely Randomized Design (CRD) consisting of four treatments with five replications. Each replicate comprised 10 birds, with a total of 200 male quails utilized in this study. The treatments were as follows: P0: basal ration, P1: basal ration + 0.0001 g/kg multienzyme, P2: basal ration + 0.5% spirulina, and P3: basal ration + 0.5% spirulina + 0.0001 g/kg multienzyme. Data were analyzed using Analysis of Variance (Anova) followed by the Least Significant Difference (LSD) test. The results showed that the supplementation of multienzyme and spirulina in the ration had a significant effect (P < 0.05) on water holding capacity, but had no significant effect (P > 0.05) on cooking loss and hardness. Treatments supplemented with multienzymes, spirulina, or their combination resulted in similar water-holding capacity values and were higher compared to the control. Keywords: Male quail, meat quality, multienzyme, spirulina

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 630 Pertanian dan teknologi yang berkaitan
Program Studi: FAKULTAS PERTANIAN (FP) & PASCASERJANA > Prodi S1 Peternakan
Pengguna Deposit: 2605985807 Digilib
Date Deposited: 20 May 2026 07:53
Terakhir diubah: 20 May 2026 07:53
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/99606

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir