KOURI, ASYIAH (2026) NILAI PIIL PESENGGIRI DILOM TRADISI NGEBUYU PADA MASARAKAT SAIBATIN DI PEKON GEDUNG HARTA LAMPUNG SELATAN RIK IMPLIKASINI DILOM PEMBELAJARAN BAHASA LAMPUNG DI SMA. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN , UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK.pdf Download (145Kb) | Preview |
|
|
File PDF
SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (1898Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (1209Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Masalah dilom penelitiyan sinji iyulah gohpa nilai piil pesenggiri dilom tradisi ngebuyu di Pekon Gedung Harta, Lampung Selatan, serta implikasini dilom pembelajaran Bahasa Lampung di SMA. Penelitiyan sinji butujuwan guwai ngedeskripsiko nilai piil pesenggiri dilom tradisi ngebuyu rik implikasini dilom pembelajaran bahasa Lampung di SMA. Penelitiyan sinji ngegunako pendekatan kualitatip jama metode etnografi. Sumber data penelitiyan sinji dimansa anjak tokoh adat di Pekon Gedung Harta Lampung Selatan sebagai narasumber rik buku tentang tradisi ngebuyu. Teknik pengumpulan data penelitiyan sinji dilakuko jama cara wawancara, obserpasi, rik dokumentasi. Hasil penelitiyan nunjukko bahwa dilom tradisi ngebuyu ngandung nilai piil pesenggiri Bejuluk beadek ngeliputi butanggung jawab, bukeadilan, rik kepemimpinan. Nemui nyimah ngeliputi rendah hati, silaturahmi, rik empati. Nengah nyappur ngeliputi butoleransi, bumasarakat, bumusawarah, rik ngehargai. Sakai sambayan ngeliputi keikhlasan, kebersamaan, rik gotong royong. Kemudiyan penelitiyan sinji dapok diimplikasiko pada pembelajaran bahasa Lampung di jenjang SMA kelas XII sai ngegunako kurikulum merdeka pada fase F budasarko elemen nulis jama capaiyan pembelajaran “Murid nyajiko inpormasi atau pesan (gagasan, pikeran, atau perasaan) rik kreatipitas jama bahasa Lampung dilom tipe teks tulis non piksi secara temon, logis, kritis, kratip, rik santun guwai tujuwan tertentu. Kata Kunci: Piil Pesenggiri; Tradisi Ngebuyu; Implikasi. Masalah dalam penelitian ini adalah bagimana nilai piil pesenggiri dalam tradisi ngebuyu di Pekon Gedung Harta, Lampung Selatan, serta implikasinya dalam pembelajaran Bahasa Lampung di SMA. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai Piil Pesenggiri dalam Tradisi Ngebuyu rik implikasinya dalam pembelajaran Bahasa Lampung di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Sumber data penelitian ini di dapat dari tokoh adat pekon Gedung Harta sebagai narasumber dan buku tentang tradisi ngebuyu. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tradisi ngebuyu terkandung nilai piil pesenggiri Bejuluk Beadek meliputi bertanggung jawab, berkeadilan, dan kepemimpinan. Nemui Nyimah meliputi rendah hati, silaturahmi, dan empati. Nengah Nyappur meliputi bertoleransi, bermasyarakat, bermusyawarah, dan menghargai. Sakai Sambayan meliputi keikhlasan, kebersamaan, dan gotong royong. Kemudian penelitian ini dapat diimplikasikan pada pembelajaran bahasa Lampung di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) kelas XII yang menggunakan kurikulum merdeka pada fase F berdasarkan elemen menulis dengan capaian pembelajaran “murid menyajikan informasi atau pesan (gagasan, pikiran, atau perasaan) dan kreativitas dengan bahasa Lampung dalam tipe teks tulis non fiksi secara benar, logis, kritis, kreatif, dan santun untuk tujuan tertentu”. Kata Kunci: Piil Pesenggiri; Tradisi Ngebuyu; Implikasi. The research problem is the value of Piil Pesenggiri (the traditional customs) in the Ngebuyu tradition in Pekon Gedung Harta, South Lampung, and its implications for Lampung language learning in high school. This study aims to describe the values of Piil Pesenggiri in the Ngebuyu tradition and their implications for Lampung language learning in high school. This study used a qualitative approach with ethnographic methods. Data sources were obtained from traditional figures in Pekon Gedung Harta as informants and books on the Ngebuyu tradition. Data collection techniques used were interviews, observation, and documentation. The results indicate that the Ngebuyu tradition contains the values of Piil Pesenggiri Bejuluk Beadek, which include responsibility, justice, and leadership. Nemui Nyimah, which includes humility, friendship, and empathy. Nengah Nyappur, which includes tolerance, community service, deliberation, and respect. Sakai Sambayan, which includes sincerity, togetherness, and mutual cooperation. Then this research can be implied in Lampung language learning at Senior High School (SMA) grade XII level which uses the independent curriculum in phase F based on writing elements with learning outcomes "students present information or messages (ideas, thoughts, or feelings) and creativity with Lampung language in non-fiction written text types correctly, logically, critically, creatively, and politely for certain purposes". Keyword: Piil Pesenggiri; Ngebuyu Tradition; Implications.
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial > 370 Pendidikan |
| Program Studi: | FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) > Prodi S1 Pendidikan Bahasa Lampung |
| Pengguna Deposit: | 2605196211 Digilib |
| Date Deposited: | 22 May 2026 07:02 |
| Terakhir diubah: | 22 May 2026 07:02 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/99653 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
