UJI EKSTRAK METANOL DAUN WALISONGO (Heptapleurum arboricola Hayata) SEBAGAI AGEN PENGENDALI HAYATI ULAT GRAYAK (Spodoptera frugiperda) PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays)

Dina, Prita Olivia (2026) UJI EKSTRAK METANOL DAUN WALISONGO (Heptapleurum arboricola Hayata) SEBAGAI AGEN PENGENDALI HAYATI ULAT GRAYAK (Spodoptera frugiperda) PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays). FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (234Kb) | Preview
[img] File PDF
DINA PRITA OLIVIA SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2227Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
DINA PRITA OLIVIA SKRIPSI (TANPA HASIL PEMBAHASAN).pdf

Download (2120Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Jagung (Zea mays) adalah salah satu jenis tanaman pangan yang banyak ditanam oleh para petani di Indonesia. Namun, sumber daya jagung sering menghadapi berbagai kendala, salah satunya adalah serangan hama ulat grayak (Spodoptera frugiperda). Petani sering menggunakan insektisida sintesis untuk mengatasi permasalahan tersebut. Namun, penghunaan insektisida sintesis dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan resistensi hama, kematian non target dan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, perlu adanya pengendalian hama yang ramah lingkungan, yaitu melalui penggunaan agen pengendalian hayati yang berbasis ekstrak tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak metanol daun walisongo dalam mengendalikan ulat grayak pada tanaman jagung. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor. Faktor pertama yaitu perlakuan konsentrasi ekstrak metanol daun walisongo yang terdiri dari 0%, 10%, 15%, 20%. Faktor kedua yaitu waktu kematian ulat grayak 1, 3, 6, 12, 24, 48 dan 72 jam sebanyak 3 kali pengulangan dengan menggunakan 10 ulat grayak pada setiap perlakuan. Ekstraksi daun walisongo menggunakan metanol 99%. Data kuantitatif digunakan untuk uji fitokimia yang dilakukan untuk mengetahui senyawa alkaloid, flavonoid, terpenoid/steroid, tanin, fenol, dan saponin. Mortalitas ulat grayak dianalisis menggunakan uji bioassay, kemudian data diolah dengan analisis probit untuk menentukan LC50 dan LT50, serta ANOVA dan jika hasilnya menunjukan perbedaan yang signifikan akan dilakukan uji Tukey untuk mengidentifikasi konsentrasi ektrak metanol daun walisongo (Heptapleurum arboricola Hayata) yang paling efektif sebagai insektisida alami. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun walisongo berpengaruh terhadap mortalitas ulat grayak, dengan efektivitas tertinggi pada konsentrasi 20% pada waktu pengamatan 48 jam. Nilai LC50 terbaik sebesar 6,44% pada 12 jam, sedangkan LT50 sebesar 5,06 jam pada konsentrasi 20%. Kata kunci : Metanol, Jagung, Pengendali Hayati, Ulat Grayak, Walisongo.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 500 ilmu pengetahuan alam dan matematika
500 ilmu pengetahuan alam dan matematika > 570 Biologi
Program Studi: FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (FMIPA) > Prodi S1 Biologi Terapan
Pengguna Deposit: 2605743515 Digilib
Date Deposited: 05 Jun 2026 03:20
Terakhir diubah: 05 Jun 2026 03:20
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/99906

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir