0613024016, Annisa Anjar Kasturi (2011) PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP TO GROUP TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI POKOK FOTOSINTESIS (Studi Eksperimen pada Siswa Kelas VIII SMPN 1 Gading Rejo). Digital Library.
|
Text
Bab I.pdf Download (133kB) | Preview |
|
|
Text
Bab II.pdf Download (168kB) | Preview |
|
|
Text
Bab III.pdf Download (170kB) | Preview |
|
|
Text
Bab IV.pdf Restricted to Registered users only Download (334kB) |
||
|
Text
Bab V .pdf Download (7kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (293kB) | Preview |
|
|
Text
Abstrak.pdf Download (523kB) | Preview |
|
|
Text
cover.pdf Download (74kB) | Preview |
|
|
Text
daftar gambar.pdf Download (91kB) | Preview |
|
|
Text
cover 2.pdf Download (111kB) | Preview |
|
|
Text
daftar isi.pdf Download (433kB) | Preview |
|
|
Text
daftar tabel.pdf Download (228kB) | Preview |
|
|
Text
motto.pdf Download (52kB) | Preview |
|
|
Text
pengesahan.pdf Download (76kB) | Preview |
|
|
Text
pernyataan.pdf Download (149kB) | Preview |
|
|
Text
persembahan.pdf Download (242kB) | Preview |
|
|
Text
persetujuan.pdf Download (134kB) | Preview |
|
|
Text
riwayat hidup.pdf Download (269kB) | Preview |
|
|
Text
sanwacana.pdf Download (414kB) | Preview |
Abstract
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran group to group terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dan peningkatan aktivitas belajar siswa terhadap penggunaan model pembelajaran group to group. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes awal-tes akhir non equivalen. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII.1 sebagai kelas kontrol dan kelas VIII.3 sebagai kelas eksperimen. Masing-masing kelas berjumlah 30 siswa yang dipilih secara acak dengan teknik clusster random sampling. Data berpikir kritis diperoleh dari tes awal (pertemuan pertama) dan tes akhir (pertemuan kedua), kemudian dihitung skor N-gain. Analisis data menggunakan uji–t pada taraf kepercayaan 5% dengan program SPSS versi 17. Data aktivitas diperoleh dari lembar observasi, dan dianalisis menggunakan statistik sederhana atau deskriptif dalam bentuk skor dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran group to group N-gain 67,13 dan model DI 54,62, sehingga N-gain kelas eksperimen lebih tinggi daripada N-gain kelas kontrol. Berarti kemampuan berpikir kritis siswa dengan model pembelajaran group to group lebih tinggi daripada dengan model DI. Hal tersebut terjadi pada semua indikator kemampuan berpikir kritis siswa, yaitu memberikan penjelasan sederhana, membangun ketrampilan dasar, menyimpulkan, dan memberikan penjelasan lebih lanjut. Dan rata-rata peningkatan aktivitas siswa dengan model pembelajaran group to group lebih tinggi dibandingkan dengan model DI. Dengan demikian dapat disimpulkan (1) penggunaan model pembelajaran group to group berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa di SMPN 1 Gading Rejo kelas VIII pada materi pokok fotosintesis; (2) aktivitas siswa pada model pembelajaran group to group lebih tinggi dibandingkan dengan model DI. Kata kunci : Model Group to Group, Kemampuan Berpikir Kritis, Fotosintesis.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | A General Works = Karya Karya Umum |
| Divisions: | FKIP > Prodi Pendidikan Biologi |
| Depositing User: | UPT . Siswanti |
| Date Deposited: | 22 Oct 2015 10:16 |
| Last Modified: | 22 Oct 2015 10:16 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/13712 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
