MANAJEMEN PENGGUNAAN BAND FREKUENSI PADA PERANCANGAN JARINGAN LTE-ADVANCED MENGGUNAKAN METODE CARRIER AGREGATION

Moh Fasyin Abda, 1315031056 (2017) MANAJEMEN PENGGUNAAN BAND FREKUENSI PADA PERANCANGAN JARINGAN LTE-ADVANCED MENGGUNAKAN METODE CARRIER AGREGATION. UNIVERSITAS LAMPUNG, FAKULTAS TEKNIK.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (10Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya pengguna terdaftar

Download (2894Kb)
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2895Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Long Term Evolution (LTE- Advanced) merupakan teknologi berbasis IP yang dirancang sebagai solusi layanan komunikasi yang semakin cepat. Alokasi frekuensi LTE di Indonesia sangat terbatas, sehingga diperlukannya opsi penggunaan ulang atau penggabungan frekuensi yang akan digunakan. CA adalah fitur yang dapat menggabungkan dua atau lebih komponen carrier dengan bandwith maksimum 20 MHz. Pada skripsi ini perancangan jaringan LTE-A akan membandingkan hasil kerja frekuensi dengan menggunakan teknik CA interband-non contiguous dan tanpa CA. Band frekuensi yang digunakan adalah 450 MHz, 700 MHz, 2100 MHz dan 2600 MHz. Hasil uji parameter menunjukan teknik CA, memberikan nilai throughput sebesar 129,8 Mbps dibandingkan dengan teknik tanpa carrier agregation pada frekuensi 450 MHz sebesar 128,06 Mbps. User connected sebesar 94,59% dihasilkan dengan metode CA. Coverage by signal level pada metode CA lebih unggul sebesar 97,37% dengan nilai sinyal ≥ -80 dBm, sedangkan pada teknik non CA memiliki nilai hasil yang beragam dikarenakan pemakaian model propagasi yang berbeda menghasilkan nilai radius sel yang berbeda. Beberapa parameter di atas menunjukkan bahwa hasil perancangan dengan teknik CA nilainya lebih unggul dari Non CA. Sehingga berdasarkan parameter tersebut dapat disimpulkan bahwa CA layak diterapkan di Indonesia. Kata Kunci : Carrier Agregation, Connected User, Throughput, Interband non contiguous, Signal level, CINR. abstract Long Term Evolution (LTE-Advanced) is an IP-based technology designed as a fast communications service solution. The LTE-A frequency allocation in Indonesia is limited, so that the reusing frequency and aggregated become option to be used. Carrier Aggregation is a feature to combine two or more carrier components with a maximum bandwidth of 20MHz. In this research, the design of LTE-A network is planned by comparing the results of frequency by using the carrier aggregation interband-non contiguous technique and without carrier aggregation. The frequency bands used are 450 MHz, 700 MHz, 2100 MHz and 2600 MHz. This simulation using ATOLL software with 3.2.3 version. The results of simulation show the CA technique provide a throughput of 129,8 Mbps compare to 128,06 Mbps for the non CA at 450 MHz. The CA also provide the 94.59% of user connected. Coverage by signal level on CA method is better than Non CA that is 97,37% with signal value ≥ - 80 dBm, whereas in non CA technique it has various result value due to the use of propagation model produces different cell radius value. Some of parameters indicate that the designing with the CA technique is better than Non CA. It can be concluded that CA is feasible to be applied in Indonesia. Keywords : Carrier Agregation, Connected User, Throughput, Interband non contiguous, Signal level, CINR.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: > Teknik Elektro. Rekayasa elektronik Nuklir
> Teknik Elektro. Rekayasa elektronik Nuklir
Program Studi: Fakultas Teknik > Prodi S1-Teknik Elektro
Pengguna Deposit: 00548508 . Digilib
Date Deposited: 05 Jan 2018 07:32
Terakhir diubah: 05 Jan 2018 07:32
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/29642

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir