ANALISIS KINERJA SISTEM FLOATING PHOTOVOLTAIC THERMAL KAPASITAS 30 WP DENGAN DAN TANPA SIRIP CROSS-CUT

OKY, SANJAYA PUTRA (2026) ANALISIS KINERJA SISTEM FLOATING PHOTOVOLTAIC THERMAL KAPASITAS 30 WP DENGAN DAN TANPA SIRIP CROSS-CUT. Masters thesis, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
1. ABSTRAK.pdf

Download (244Kb) | Preview
[img] File PDF
2. TESIS FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (1405Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
3. TESIS TANPA PEMBAHASAN.pdf

Download (2859Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Kinerja modul fotovoltaik (PV) sangat dipengaruhi oleh temperatur kerja modul, di mana peningkatan temperatur menyebabkan penurunan efisiensi konversi energi dan daya keluaran listrik. Pada sistem fotovoltaik terapung (Floating Photovoltaic, FPV), pengendalian temperatur menjadi aspek penting untuk meningkatkan unjuk kerja dan keandalan sistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja termal modul serta pengaruh penurunan temperatur terhadap performa listrik pada sistem Floating Photovoltaic Thermal (FPV-T) berkapasitas 30 WP dengan penerapan sirip pendingin aluminium model cross-cut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen skala laboratorium dengan tiga konfigurasi sistem, yaitu FPV-T tanpa sirip pendingin (without fins), FPV-T dengan sirip cross-cut tanpa perendaman (non-immersed cross-cut fins), dan FPV-T dengan sirip cross-cut terendam air sedalam 5 cm (5 cm immersed cross-cut fins). Pengujian dilakukan menggunakan solar simulator dengan intensitas radiasi yang dapat dikendalikan, sementara pengukuran temperatur permukaan modul dan daya keluaran listrik dilakukan secara periodik pada kondisi radiasi penuh (full radiation) sebesar 806,08 W/m² dan radiasi parsial (half radiation) sebesar 350,48 W/m². Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfigurasi FPV-T dengan sirip crosscut terendam air sedalam 5 cm menghasilkan kinerja termal terbaik dibandingkan dua konfigurasi lainnya. Konfigurasi ini mampu menurunkan temperatur rata-rata modul sebesar 6,69 °C dan penurunan temperatur maksimum hingga 14,25 °C dibandingkan modul tanpa sirip pendingin. Penurunan temperatur tersebut berlangsung stabil pada kedua kondisi intensitas radiasi yang diuji, menunjukkan efektivitas mekanisme pendinginan berbasis konduksi dan konveksi alami air. Penurunan temperatur modul secara signifikan berkontribusi terhadap peningkatan daya keluaran listrik, dengan peningkatan maksimum mencapai 18,3%. Dengan demikian, penerapan sirip pendingin aluminium model cross-cut yang terendam air berpotensi meningkatkan kinerja termal, performa listrik, serta keandalan sistem Floating Photovoltaic secara keseluruhan. Analisis biaya investasi menunjukkan bahwa model tanpa pendingin memiliki biaya terendah sebesar Rp595.000., sedangkan model dengan sirip pendingin dan model sirip pendingin dengan air memiliki biaya lebih tinggi akibat penambahan komponen pendinginan sebesar Rp705.000. Secara keseluruhan bahwa model dengan sirip pendingin memberikan peningkatan kinerja yang sebanding dengan tambahan biaya investasi. Kata Kunci: Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Floating PV-T, dan sirip pendingin cross-cut.

Jenis Karya Akhir: Tesis (Masters)
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan
Program Studi: FAKULTAS TEKNIK (FT) > Prodi S2-Magister Teknik Mesin
Pengguna Deposit: 2507109844 Digilib
Date Deposited: 27 Jan 2026 03:13
Terakhir diubah: 27 Jan 2026 03:13
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/94994

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir