NI LUH MEY, WEDAYANI (2026) IMPLEMENTASI SATUAN INOVASI DAERAH DALAM PENINGKATAN INDEKS INOVASI DAERAH (Studi Di Badan Penelitian Dan Pengembangan Daerah Provinsi Lampung Tahun 2025). FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK NI LUH MEY WEDAYANI.pdf Download (262Kb) | Preview |
|
|
File PDF
SKRIPSI FULL NI LUH MEY WEDAYANI.pdf Restricted to Hanya staf Download (2674Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
SKRIPSI FULL TANPA PEMBAHASAN NI LUH MEY WEDAYANI.pdf Download (1657Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Implementasi kebijakan inovasi daerah merupakan instrumen penting dalam meningkatkan kinerja pemerintah daerah yang diukur melalui Indeks Inovasi Daerah (IID). Pemerintah Provinsi Lampung melalui Balitbangda membentuk Satuan Inovasi Daerah (SID) untuk mengoordinasikan dan mendorong inovasi perangkat daerah. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala, seperti petunjuk teknis yang berubah, inovasi daerah belum memiliki bukti dukung lengkap, komitmen pimpinan daerah yang belum optimal, seringnya pergantian operator IID, dan masih ada perangkat daerah yang tidak menginput data inovasi daerah yang berdampak pada capaian IID. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi SID dalam peningkatan IID di Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Lampung Tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan ditentukan secara purposive sampling. Analisis data mengacu pada model implementasi kebijakan George C. Edwards III yang meliputi indikator komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SID belum terlaksana karena mengalami penurunan predikat IID akibat lemahnya sikap dan komitmen pimpinan daerah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pada indikator komunikasi, sumber daya, dan struktur birokrasi sudah terlaksana. Namun pada indikator disposisi belum terlaksana disebabkan oleh komitmen pimpinan daerah yang belum optimal. Maka dari itu, disarankan peningkatan pada indikator disposisi melalui penguatan komitmen dan sikap pimpinan daerah terhadap inovasi daerah.
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan) |
| Program Studi: | FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Ilmu Pemerintahan |
| Pengguna Deposit: | 2507445115 Digilib |
| Date Deposited: | 11 Feb 2026 08:41 |
| Terakhir diubah: | 11 Feb 2026 08:41 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/96215 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
