MAKNA NGIRAM DILOM PANTUN LAMPUNG KAJIAN SEMIOTIKA ROLAND BARTHES RIK IMPLIKASINI TEHADOP PEMBELAJARAN BAHASA LAMPUNG DI SMP

SYEFA DWI, GUSTINA (2026) MAKNA NGIRAM DILOM PANTUN LAMPUNG KAJIAN SEMIOTIKA ROLAND BARTHES RIK IMPLIKASINI TEHADOP PEMBELAJARAN BAHASA LAMPUNG DI SMP. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (265Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULLL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2096Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI FULL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1789Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Penelitian ini membahas makna kerinduan yang terdapat dalam kumpulan lagu Lampung dengan menggunakan kajian semiotika Roland Barthes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna kerinduan yang diungkapkan melalui lirik lagu Lampung berdasarkan makna denotasi, konotasi, dan mitos. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa lirik tujuh lagu Lampung yang bertemakan kerinduan. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi tanda-tanda yang terdapat dalam lirik lagu, kemudian mengklasifikasikannya ke dalam makna denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara denotasi lirik lagu menggambarkan keadaan keterpisahan, penantian, dan harapan. Secara konotasi, kerinduan dimaknai sebagai ungkapan perasaan emosional yang berkaitan dengan cinta, kesetiaan, dan keterikatan batin. Pada tataran mitos, kerinduan dalam lagu Lampung merepresentasikan nilai-nilai budaya masyarakat Lampung, seperti kesetiaan terhadap pasangan, keterikatan terhadap tanah kelahiran, serta penghargaan terhadap hubungan sosial dan tradisi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa lagu Lampung tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai sarana penyampaian nilai budaya dan identitas lokal masyarakat Lampung. Kata kunci: semiotika Roland Barthes, makna kerinduan, pantun Lampung, lirik pantun, budaya Lampung Penelitian sinji ngebahas makna ngiram sai tedapok dilom kumpulan pantun Lampung rik pakai kajian semiotika Roland Barthes. Tujuan penelitian sinji iyulah guwai nunjukko makna ngiram sai diungkap liwat lirik pantun Lampung budasarko makna denotasi, konotasi, rik mitos. Penelitian sinji pakai metode kualitatif deskriptip rik sumber data berupa lirik pitu pantun Lampung sai wat tema ngiram. Pengumpulan data dilakuko liwat studi dokumentasi, sedangko analisis data dilakuko rik ngeidentifikasi tanda-tanda sai tedapok dilom lirik pantun, seradun sina diklasipikasiko dilom makna denotasi, konotasi, rik mitos. Hasil penelitian sinji bahwa secara denotasi lirik pantun digambarko keadaan keterpisahan, penantian, rik haropan. Secara konotasi, ngiram dimaknai sebagai ungkapan perasaan emosional sai bukaitan jama demon, kesetiaan, rik keterikatan batin. Anjak tataran mitos, ngiram dilom pantun Lampung ngerepresentasiko nilai-nilai budaya masarakat Lampung, gegoh kesetiaan tehadop pasangan, keterikatan tehadop tanoh kelaheran, jama penghargaan tehadop hubungan susiyal rik tradisi. Budasarko hasil penelitian sina, dapok disimpulko bahwa pantun Lampung mawat hanya bupungsi sebagai mediya hiburan, kidang munih sebagai sarana penyampaian nilai budaya rik identitas lokal masarakat Lampung. Kata kunci: semiotika Roland Barthes, makna ngiram, pantun Lampung, lirik pantun, budaya Lampung This study examines the meaning of longing in a collection of Lampung songs using Roland Barthes' semiotics. The purpose of this study is to describe the meaning of longing expressed through Lampung song lyrics based on denotative, connotative, and mythical meanings. This study uses a descriptive qualitative method, with data sources consisting of the lyrics of seven Lampung songs with the theme of longing. Data collection was conducted through documentation, while data analysis was conducted by identifying signs contained in the song lyrics and then classifying them into denotative, connotative, and mythical meanings. The results show that denotatively, the song lyrics depict a state of separation, waiting, and hope. Connotatively, longing is interpreted as an expression of emotional feelings related to love, loyalty, and spiritual attachment. At the mythical level, longing in Lampung songs represents the cultural values of the Lampung people, such as loyalty to one's partner, attachment to one's homeland, and respect for social relationships and traditions. Based on the research findings, it can be concluded that Lampung songs serve not only as a means of entertainment but also as a means of conveying the cultural values and local identity of the Lampung people. Keywords: Roland Barthes' semiotics, meaning of longing, Lampung songs, song lyrics, Lampung culture

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial > 370 Pendidikan
Program Studi: FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) > Prodi S1 Pendidikan Bahasa Lampung
Pengguna Deposit: 2605306641 Digilib
Date Deposited: 20 May 2026 03:10
Terakhir diubah: 20 May 2026 03:10
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/99599

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir