ANALISIS KEKUATAN FATIK ALUMINIUM 7075 T7351 DENGAN VARIASI PUTARAN POROS PADA ALAT UJI ROTARY BENDING

Lucky Cahyadi, 0615021089 (2013) ANALISIS KEKUATAN FATIK ALUMINIUM 7075 T7351 DENGAN VARIASI PUTARAN POROS PADA ALAT UJI ROTARY BENDING. Fakultas Teknik, Universitas Lampung.

[img] File PDF
ABSTRAKind.docx

Download (11Kb)
[img] File PDF
Abstract.docx

Download (14Kb)
[img] File PDF
9. DAFTAR ISI.doc

Download (31Kb)
[img] File PDF
10. DAFTAR TABEL.docx

Download (13Kb)
[img] File PDF
gambar spesimen.docx

Download (525Kb)
[img] File PDF
cover.docx

Download (59Kb)
[img] File PDF
lmp.docx

Download (1698Kb)
[img] File PDF
9. DAFTAR ISI.doc

Download (31Kb)
[img] File PDF
10. DAFTAR TABEL.docx

Download (13Kb)
[img] File PDF
bab I.docx

Download (22Kb)
[img] File PDF
bab II.docx

Download (704Kb)
[img] File PDF
BAB III..docx

Download (81Kb)
[img] File PDF
bab IV.docx
Restricted to Hanya pengguna terdaftar

Download (935Kb)
[img] File PDF
bab V.docx

Download (17Kb)

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

abstrak indonesia Beban lelah (fatique) merupakan salah satu penyebab utama kegagalan material. Fatik menduduki 90% penyebab utama kegagalan pemakaian. Kelelahan material adalah proses perubahan struktur yang diakibatkan beban yang berulang-ulang (tegangan atau regangan) dalam jangka waktu yang lama sehingga terjadi retak (crack) ataupun patah. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kekuatan lelah aluminium tipe 7075 T7351 dengan variasi putaran poros alat uji Rotary Bending. Uji lelah dilakukan terhadap Aluminium 7075 T7351 tanpa mendapatkan perlakuan panas. Pengujian dilakukan dengan variasi putaran poros 2880 Rpm dan 1990 Rpm yang kemudian dilanjutkan pengujian variasi pembebanan 30%, 40% , 50% , 60% dan 70% dari UTS material. Spesimen yang digunakan adalah berdasarkan standar ASTM E466. Pembuatan spesimen dilakukan dengan menggunakan mesin bubut. Uji lelah digunakan dengan menggunakan mesin uji fatik tipe rotary bending. Dari pengujian yang dilakukan diperoleh siklus patah pada masing-masing variasi putaran poros dan pembebanan. Pada putaran poros 2880 Rpm dengan pembebanan 30% dari UTS diperoleh 634920 siklus sedangkan pada pengujian 70% dari UTS diperoleh 86580. Berbeda dengan pengujian pertama, pada putaran 1990 Rpm dengan pembebanan 30% dari UTS diperoleh 723638 siklus sedangkan pada pengujian 70% dari UTS diperoleh 29950 siklus. Siklus patah disajikan dalam bentuk kurva S-N yang kemudian dapat digunakan untuk memprediksi ketahanan lelah Aluminium 7075 T7351 pada masing-masing variasi putaran. Hasil penelitian ini menunjukan putaran 1990 Rpm memiliki ketahanan lelah yang lebih baik dibandingkan putaran 2880 Rpm. Kata kunci: Uji Fatik (fatigue), Rotary Bending, Aluminium 7075 T7351 abstrak inggris Fatigue is the one of the main cause from of the material failure. The main of cause failure 90 % caused fatigue. Fatigue is material sructure process changes that is caused by repeatly load (stress or shear) in a long period of time so it occured crack or break. The reason of this research is to analyze of the fatigue strength aluminium type 7075 T7351 with variaton of shaft rotation on rotary bending machine Fatigue test applied on aluminium type 7075 T7351 without heat treatment. This research was conducted with variation of shaft rotation 2880 rpm and 1990 rpm and continued with load variation 30%, 40%, 50%, 60% and 70 % from material UTS. Specimen that used according ASTM E466 spesimen made by lathe machine. Fatigue test is using by rotary bending machine type fatigue test machine. From the test that done, we collected value for fatigue cycle for each load variation and shaft rotation. On shaft rotation 2880 rpm at 30% load from UTS we get 634920 cycle. While for 70% from UTS we get 86580 cycle. Different with first test, on shaft rotation 1990 rpm at 30 % load from UTS we get 723638 cycle, while for 70 % from UTS we get 29950 cycle. Fatigue cycle presented in form of S-N curve than using to predict fatigue endurance of aluminium 7075 T7351 every each shaft rotation. That result showed shaft rotation 1990 rpm have a good fatigue endurance than shaft rotation 2880 rpm. Keyword: Fatigue test, rotary bending, aluminium 7075 T7351

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek:
> Karya Karya Umum = 000
Program Studi: Fakultas Teknik > Prodi S1-Teknik Mesin
Pengguna Deposit: A.Md Cahya Anima Putra .
Date Deposited: 16 Feb 2015 03:38
Terakhir diubah: 16 Feb 2015 03:38
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/6803

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir